(Image/Gambar) : Bupati LSM Lira Pakpak Bharat, Besri Anjuan Berutu |
Pakpak Bharat - Sumutpos.id :
Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pakpak Bharat menurut Badan Pusat Statistik Pakpak Bharat meningkat di tahun 2021, yakni dari angka 9,28% di tahun 2020 menjadi 9,35% di tahun 2021.
Tentunya hal ini menjadi permasalahan yang serius dan harus segera diselesaikan oleh pihak-pihak terkait terlebih oleh pemerintah daerah.
Meningkatnya jumlah penduduk miskin dikarenakan banyak keluarga yang tidak mempunyai penghasilan tetap setiap bulannya.
Sehingga dikhawatirkan keluarga tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan sandang dan pangan setiap harinya. Dan inilah pemicu meningkatnya penduduk miskin di kabupaten Pakpak Bharat.
Jika permasalahan ini tidak segera dituntaskan maka tidak heran penduduk miskin di tahun 2022 akan semakin meningkat dari tahun 2021 yang lalu.
Tentunya pemerintah daerah khususnya sebagai pihak yang berkompeten dalam hal ini, harus mempunyai formula khusus untuk menanganinya.
Menurut Bupati LSM Lira Pakpak, Besri Anjuan Berutu ketika ditanya pendapatnya terkait hal ini pada, Senin (31/01) selain mengundang investor agar berinvestasi di Pakpak Bharat salah satu solusi jitu yang bisa dipilih adalah dengan mendirikan sekolah kedinasan.
Sekolah kedinasan itu antara lain Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI), Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI), Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI), Politeknik Imigrasi (Poltekim), Politeknik Ilmu Permasyarakatan (Poltekip), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN), Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), Sekolah Tinggi Intelijen Negara ( STIN), Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG), Politeknik Statistika STIS (PolstatSTIS).
Keunggulan Sekolah Kedinasan dibanding kampus negeri adalah peluang Ikatan Dinas bagi lulusannya. Alumni PTK dengan Ikatan Dinas akan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada instansi yang menaunginya.
Selain itu, keunggulan lain dari Sekolah Kedinasan adalah biaya kuliah yang sebagian besar menjadi tanggung jawab instansi terkait, bahkan mahasiswanya biasanya juga mendapat uang saku.
Untuk itu pemerintah agar segera berkoordinasi dengan kementerian terkait supaya daerah dapat mendirikan sekolah kedinasan di Pakpak Bharat.
"Intinya adalah bagaimana supaya dengan adanya sekolah pendidikan tinggi di Pakpak Bharat akan berdampak pada bertambahnya jumlah penduduk dan terserapnya tenaga kerja di sekolah kedinasan tersebut sehingga perputaran ekonomi meningkat. Dampak selanjutnya adalah akan bertumbuh sarana prasarana misalnya rumah tempat tinggal untuk tempat kost para mahasiswa sehingga geliat perekonomian di Pakpak Bharat juga meningkat," ujar Besri.
"Selain itu kita berharap banyak putra putri Pakpak Bharat yang tertarik dan harapan kita mereka diterima di sekolah kedinasan tersebut.
Manfaat nyata dari berdirinya sekolah kedinasan ini bagi daerah adalah untuk mengurangi pengangguran sehingga masyarakat mempunyai penghasilan yang tetap tiap bulannya. Dengan mempunyai penghasilan tetap kita berharap masalah pengangguran dan kemiskinan akan teratasi," kata Besri menutup pembicaraan.
(Red-SP.ID/ASB).